Pedoman Penyerapan Istilah
Penyesuaian fonem
Tanpa perubahan
- ae jika tidak bervariasi dengan e. Contoh: ae robe → ae rob.
- ai
- au
- e
- ea
- ei
- eo
- eu
- f
- i jika di awal suku kata di muka vokal. Contoh: i on → i on.
- ie jika lafalnya bukan i. Contoh: var ie ty → var ie tas.
- kh (Arab)
- ng
- ps
- pt
- u
- ua
- ue
- ui
- uo
- v
- x, jika di awal kata. Contoh: x enon → x enon.
- y, jika lafalnya y. Contoh: y en → y en.
- z.
Dengan perubahan
- aa (Belanda) → a. Contoh: oct aa f → okt a f.
- ae → e, jika bervariasi dengan e. Contoh: h ae moglobin → h e moglobin.
- c → k, jika di muka a, u, o, dan konsonan. Contoh: c rystal → k ristal.
- c → s, jika di muka e, i, oe, dan y. Contoh: c ylinder → s ilinder.
- cc → k, jika di muka o, u, dan konsonan. Contoh: a cc umulation → a k umulasi.
- cc → ks, jika di muka e dan i. Contoh: a cc ent → a k sen.
- ce → s, jika didepannya terdapan huruf vokal Contoh: i ce → es
- ch dan cch → k, jika di muka a, o, dan konsonan. Contoh: sa cch arin → sa k arin.
- ch → s, jika lafalnya s atau sy. Contoh: ma ch ine → me s in.
- ch → c, jika lafalnya c. Contoh: ch eck → c ek.
- ç [1] (Sanskerta) → s. Contoh: ç āstra → s astra.
- ee (Belanda) → e. Contoh: syst ee m → sist e m.
- gh → g. Contoh: sorghum → sorgum.
- gue → ge
- ie (Belanda) → i, jika lafalnya i. Contoh: polit ie k → polit i k.
- oe, oi (Yunani) → e
- oo (Belanda) → o. Contoh: komf oo r → komp o r.
- oo (Inggris), oe (Belanda) → u. Contoh: cart oo n → kart u n.
- oo (vokal ganda) tetap. Contoh: z oo logy → z oo logi.
- ph → f. Contoh: ph ase → f ase.
- q → k
- rh → r. Contoh: rh etoric → r etorika.
- sc → sk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: sc riptie → sk ripsi.
- sc → s, jika di muka e, i, dan y. Contoh: sc enography → s enografi.
- sch → sk, jika di muka vokal. Contoh: sch ema → sk ema.
- t → s, jika di muka i. Contoh: ra t io → ra s io.
- th → t. Contoh: me th ode → me t ode.
- uu → u. Contoh: vac uu m → vak u m.
- v (Sanskerta) → w atau v
- x → ks, jika tidak di awal kata. Contoh: e x ception → e k sepsi.
- xc → ksk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: e xc avation → e ksk avasi.
- y → i, jika lafalnya i. Contoh: d y namo → d i namo.
- konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: e ff ect → e f ek, ma ss → ma ss a.
Penyesuaian akhiran
Tanpa perubahan
- -anda, -andum, -endum
- -ar
- -ase, -ose
- -er
- -ein. Contoh: prot ein → prot ein.
- -et
- -or. Contoh: dictat or → diktat or.
- -ot
Dengan perubahan
- ' (huruf 'ain) → k Contoh: i'lan→ i k lan.
- -e → -a (Inggris) (jika dibelakangnya adalah huruf konsonan) Contoh: nam e → nam a, prim e → prim a.
- -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: ac tion, ac tie → ak si.
- -aat (Belanda) → -at. Contoh: pl aat → pel a t.
- -able, -ble → -bel
- -ac → -ak
- -acy, -cy → -asi, -si
- -age → -ase. Contoh: percent age → persent ase.
- -air → -er
- -al, -eel (Belanda), -aal (Belanda) → -al. Contoh: form eel → form al.
- -ance, -ence → -ans, -ens (yang bervariasi dengan -ancy, -ency)
- -ancy, -ency → -ansi, -ensi (yang bervariasi dengan -ance, -ence)
- -ant → -an. Contoh: account ant → akunt an.
- -archy, -archie (Belanda) → -arki. Contoh: an archy, an archie → an arki.
- -ary, -air (Inggris) → -er. Contoh: prim ary, prim air → prim er.
- -asm → -asme
- -ate → -at
- -c, -cs → ka Contoh: logic → logi ka, asthetics → esteti ka
- -ea → e Contoh: id ea → id e,
- -eel (Belanda) → -el, jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.
- -end → -en
- -ete, -ette → -et
- -eur (Belanda), -or → -ur, -ir. Contoh: direct or, direct eur → direkt ur.
- -eus (Belanda) → -us
- -ic, -ique → -ik
- -icle → -ikel
- -ics, -ica → -ik, -ika. Contoh: log ic, logi ca → logi ka.
- -id, -ide → -ida
- -ief, -ive → -if. Contoh: descript ive, descript ief → deskript if.
- -iel, -ile, -le → -il. Contoh: percent ile → persent il.
- -ific → -ifik
- -isch, -ic → -ik. Contoh: elektron ic → elektron ik
- -isch, -ical → -is. Contoh: optimist isch, optimist ical → optimist is
- -ism, -isme (Belanda) → -isme. Contoh: modern ism, modern isme → modern isme. Beberapa perkecualian: prism -> prisma, schism -> skisma, astigmatism -> astigmatisma
- -ion, -ie → i. Contoh: un ion, un ie → uni
- -ist → -is. Contoh: ego ist → ego is.
- -ite → -it
- -ity → -itas
- -logue → -log. Contoh: dia logue → dia log.
- -logy, -logie → -logi. Contoh: ana logy, ana logie → ana logi.
- -loog (Belanda) → -log. Contoh: epi loog → epi log.
- -oid, -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: homin oid, homin oide → homin oid.
- -oir(e) → -oar. Contoh: trott oir → trot oar.
- -ous ditanggalkan
- -sie, tie → -si
- -tie, -tion → -si [2].
- -siyun → -si (arab) Contoh: kursiyun → kur si
- -t, -te → -si (jika itu adalah singkatan dari -tion)
Contoh: detec t → detek si, configura te → konfigura si
- -ter, -tre → -ter
- tun, → h, t (arab)
- -ty, -teit → -tas [3]. Contoh: universi ty, universi teit → universi tas.
- -ure, -uur → -ur. Contoh: premat ure, premat uur → premat ur.
Penyesuaian awalan
Tanpa perubahan
- a-, ab-, abs- ("dari", "menyimpang dari", "menjauhkan dari")
- a-, an- ("tidak", "bukan", "tanpa") [4]
- am-, amb- ("sekeliling", "keduanya")
- ana-, an- ("ke atas", "ke belakang", "terbalik")
- ante- ("sebelum", "depan") [5]
- anti-, ant- ("bertentangan dengan")
- apo- ("lepas", "terpisah", "berhubungan dengan")
- aut-, auto- ("sendiri", "bertindak sendiri") [6]
- bi- ("pada kedua sisi", "dua") [7]
- de- ("memindahkan", "mengurangi")
- di- ("dua kali", "mengandung dua…")
- dia- ("melalui", "melintas")
- dis- ("ketiadaan", "tidak")
- em-, en- ("dalam", "di dalam")
- endo- ("di dalam")
- epi- ("di atas", "sesudah")
- hemi- ("separuh", "setengah")
- hemo- ("darah")
- hepta- ("tujuh", "mengandung tujuh") [8]
- hetero- ("lain", "berada")
- im-, in- ("tidak", "di dalam", "ke dalam")
- infra- ("bawah", "di bawah", "di dalam")
- inter- ("antara", "saling") [9]
- intro- ("dalam", "ke dalam")
- iso- ("sama")
- meta- ("sesudah", "berubah", "perubahan")
- mono- ("tunggal", "mengandung satu") [10]
- pan-, pant-, panto ("semua", "keseluruhan")
- para- ("di samping", "erat berhubungan dengan", "hampir")
- penta- ("lima", "mengandung lima") [11]
- peri- ("sekeliling", "dekat", "melingkupi")
- pre- ("sebelum", "sebelumnya", "di muka") [12]
- pro- ("sebelum", "di depan")
- proto- ("pertama", "mula-mula")
- pseudo-, pseud- ("palsu")
- re- ("lagi", "kembali") [13]
- retro- ("ke belakang", "terletak di belakang")
- semi- ("separuhnya", "sedikit banyak")
- sub- [14] ("bawah", "di bawah", "agak", "hampir")
- super-, sur- ("lebih dari", "berada di atas")
- supra- ("unggul", "melebihi")
- tele- ("jauh", "melewati", "jarak")
- trans- ("ke/di seberang", "lewat", "mengalihkan")
- tri- ("tiga")
- ultra- ("melebihi", "super")
- uni- ("satu", "tunggal")
Dengan perubahan
- ad-, ac- → ad-, ak- ("ke", "berdekatan dengan", "melekat pada")
- cata- → kata- ("bawah", "sesuai dengan")
- co-, com-, con- → ko-, kom-, kon- ("dengan", "bersama-sama", "berhubungan dengan")
- contra- → kontra- ("menentang", "berlawanan")
- ec-, eco- → ek-, eko- ("lingkungan hidup")
- ex- → eks- ("sebelah luar", "mengeluarkan")
- exo-, ex- → ekso-, eks- ("di luar")
- extra- → ekstra- ("di luar")
- hexa- → heksa- ("enam", "mengandung enam")
- hyper- → hiper- ("di atas", "lewat", "super")
- hypo- → hipo- ("bawah", "di bawah")
- poly- → poli- ("banyak", "berkelebihan")
- quasi- → kuasi- ("seolah-olah", "kira-kira")
- syn- → sin- ("dengan", "bersama-sama", "pada waktu")
- a- → tak-. Contoh: asymetric → tak simetri
- ante- → purba-. Contoh: antedate → purba tanggal
- anti- → prati-. Contoh: antibiotics → prati rasa
- auto- → swa-. Contoh: autobiography → swa riwayat
- de- → awa-. Contoh: debug → awa kutu
- bi- → dwi-, bi-. Contoh: bilingual → dwi bahasa
- inter- → antar-, inter-. Contoh: international → antar bangsa
- mal- → mal-, mala-. Contoh: malnutrition → mala gizi, mal nutrisi
- post- → pasca-. Contoh: postgraduate → pasca sarjana → purna-. Contoh: purna wirawan
- pre- → pra-. Contoh: prehistory → pra sejarah
- re- → -ulang. Contoh: recalculate → hitung ulang
- -ble → laik-. Contoh: edible → laik -santap
- -like → lir-, bak-. Contoh: jelly-like → lir agar
- -less → nir-, awa-, mala-, tan-. Contoh: wireless → nir kawat; colourless → awa warna, tan warna
- -or, -er → pe-. Contoh: direct or → pe ngarah
- ty, teit → -ke-an. Contoh: activi ty → ke giat an
Tetap akhiran
Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain.
- Disambung jika menggunakan kata dasar. Contoh: dwi warna, pasca sarjana.
- Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. Contoh: pra pemilu.
- Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. Contoh: non -Indonesia, anti -Israel.
- Gunakanlah glosarium bahasa Indonesia (misalnya terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI) untuk istilah serapan yang sudah dibakukan. Lihat versi elektronik (tidak lengkap) glosarium Pusat Bahasa.
- Di bidang komputer/internet, lihat Istilah Internet Indonesia. Untuk istilah singkatan seperti TCP/IP, FTP sebaiknya tetap ditulis dalam bentuk aslinya (tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi PKT/PI dan PTA atau PTB--Protokol Transfer Berkas).
Catatan Kaki
Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś ↩︎
Tidak semua akhiran -sion dan tion bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -si walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian, dalam hal ini berlaku kata-kata seperti lo sion (bukan lo si), suges ti (bukan suges si) dan pen siun (bukan pen si) ↩︎
Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian, dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuri ti dan proper ti (bukan proper tas), tetapi Kamus Besar Bahasa Indonesia juga memuat lema baik untuk 'sekuritas' maupun 'sekuriti'. Kata-kata lainnya misalnya kuanti tas memang menggunakan penerjemahan -tas, dan disesuaikan menjadi -tas. Ini disebabkan karena akhiran -ty bahasa Inggris tidak selalu berupa akhiran -teit dalam bahasa Belanda, karena akhiran -tas sendiri lebih digunakan untuk menerjemahkan -teit bahasa Belanda alih-alih -ty bahasa Inggris, seperti contoh kata "partai" (bahasa Inggris: party) yang tidak diterjemahkan menjadi partas karena kata tersebut dalam bahasa Belanda adalah partji bukan par teit. ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan tak-, Contoh: takpadan (asimetri) ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan purba-, Contoh: purbatanggal (antedate) ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan swa-, Contoh: swadidik (autodidak) ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan dwi-, Contoh: dwibahasa (bilingual) ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan sapta-, Contoh: saptamarga ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan antar-, Contoh: antarnegara (internasional), antarbagian (interseksi) ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan eka-, Contoh: ekatuhan (monoteis) ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan panca-, Contoh: pancasila ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan pra-, Contoh: pratayang, prasangka, praduga ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan ulang-, Contoh: ulangsusun, ulangbuat ↩︎
sering diterjemahkan dengan awalan anak-, Contoh: anakjenis, anakbenua ↩︎