Pedoman Penyerapan Istilah

Penyesuaian fonem

Tanpa perubahan

  1. ae jika tidak bervariasi dengan e. Contoh: ae robe → ae rob.
  2. ai
  3. au
  4. e
  5. ea
  6. ei
  7. eo
  8. eu
  9. f
  10. i jika di awal suku kata di muka vokal. Contoh: i on → i on.
  11. ie jika lafalnya bukan i. Contoh: var ie ty → var ie tas.
  12. kh (Arab)
  13. ng
  14. ps
  15. pt
  16. u
  17. ua
  18. ue
  19. ui
  20. uo
  21. v
  22. x, jika di awal kata. Contoh: x enon → x enon.
  23. y, jika lafalnya y. Contoh: y en → y en.
  24. z.

Dengan perubahan

  1. aa (Belanda) → a. Contoh: oct aa f → okt a f.
  2. aee, jika bervariasi dengan e. Contoh: h ae moglobin → h e moglobin.
  3. ck, jika di muka a, u, o, dan konsonan. Contoh: c rystal → k ristal.
  4. cs, jika di muka e, i, oe, dan y. Contoh: c ylinder → s ilinder.
  5. cck, jika di muka o, u, dan konsonan. Contoh: a cc umulation → a k umulasi.
  6. ccks, jika di muka e dan i. Contoh: a cc ent → a k sen.
  7. ce → s, jika didepannya terdapan huruf vokal Contoh: i ce → es
  8. ch dan cchk, jika di muka a, o, dan konsonan. Contoh: sa cch arin → sa k arin.
  9. chs, jika lafalnya s atau sy. Contoh: ma ch ine → me s in.
  10. chc, jika lafalnya c. Contoh: ch eck → c ek.
  11. ç [1] (Sanskerta) → s. Contoh: ç āstra → s astra.
  12. ee (Belanda) → e. Contoh: syst ee m → sist e m.
  13. ghg. Contoh: sorghum → sorgum.
  14. guege
  15. ie (Belanda) → i, jika lafalnya i. Contoh: polit ie k → polit i k.
  16. oe, oi (Yunani) → e
  17. oo (Belanda) → o. Contoh: komf oo r → komp o r.
  18. oo (Inggris), oe (Belanda) → u. Contoh: cart oo n → kart u n.
  19. oo (vokal ganda) tetap. Contoh: z oo logy → z oo logi.
  20. phf. Contoh: ph ase → f ase.
  21. qk
  22. rhr. Contoh: rh etoric → r etorika.
  23. scsk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: sc riptie → sk ripsi.
  24. scs, jika di muka e, i, dan y. Contoh: sc enography → s enografi.
  25. schsk, jika di muka vokal. Contoh: sch ema → sk ema.
  26. ts, jika di muka i. Contoh: ra t io → ra s io.
  27. tht. Contoh: me th ode → me t ode.
  28. uuu. Contoh: vac uu m → vak u m.
  29. v (Sanskerta) → w atau v
  30. xks, jika tidak di awal kata. Contoh: e x ception → e k sepsi.
  31. xcksk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: e xc avation → e ksk avasi.
  32. yi, jika lafalnya i. Contoh: d y namo → d i namo.
  33. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: e ff ect → e f ek, ma ss → ma ss a.

Penyesuaian akhiran

Tanpa perubahan

  1. -anda, -andum, -endum
  2. -ar
  3. -ase, -ose
  4. -er
  5. -ein. Contoh: prot ein → prot ein.
  6. -et
  7. -or. Contoh: dictat or → diktat or.
  8. -ot

Dengan perubahan

  1. ' (huruf 'ain) → k Contoh: i'lan→ i k lan.
  2. -e-a (Inggris) (jika dibelakangnya adalah huruf konsonan) Contoh: nam e → nam a, prim e → prim a.
  3. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: ac tion, ac tie → ak si.
  4. -aat (Belanda) → -at. Contoh: pl aat → pel a t.
  5. -able, -ble-bel
  6. -ac-ak
  7. -acy, -cy-asi, -si
  8. -age-ase. Contoh: percent age → persent ase.
  9. -air-er
  10. -al, -eel (Belanda), -aal (Belanda) → -al. Contoh: form eel → form al.
  11. -ance, -ence-ans, -ens (yang bervariasi dengan -ancy, -ency)
  12. -ancy, -ency-ansi, -ensi (yang bervariasi dengan -ance, -ence)
  13. -ant-an. Contoh: account ant → akunt an.
  14. -archy, -archie (Belanda) → -arki. Contoh: an archy, an archie → an arki.
  15. -ary, -air (Inggris) → -er. Contoh: prim ary, prim air → prim er.
  16. -asm-asme
  17. -ate-at
  18. -c, -cs → ka Contoh: logic → logi ka, asthetics → esteti ka
  19. -eae Contoh: id ea → id e,
  20. -eel (Belanda) → -el, jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.
  21. -end-en
  22. -ete, -ette-et
  23. -eur (Belanda), -or-ur, -ir. Contoh: direct or, direct eur → direkt ur.
  24. -eus (Belanda) → -us
  25. -ic, -ique-ik
  26. -icle-ikel
  27. -ics, -ica-ik, -ika. Contoh: log ic, logi ca → logi ka.
  28. -id, -ide-ida
  29. -ief, -ive-if. Contoh: descript ive, descript ief → deskript if.
  30. -iel, -ile, -le-il. Contoh: percent ile → persent il.
  31. -ific-ifik
  32. -isch, -ic-ik. Contoh: elektron ic → elektron ik
  33. -isch, -ical-is. Contoh: optimist isch, optimist ical → optimist is
  34. -ism, -isme (Belanda) → -isme. Contoh: modern ism, modern isme → modern isme. Beberapa perkecualian: prism -> prisma, schism -> skisma, astigmatism -> astigmatisma
  35. -ion, -iei. Contoh: un ion, un ie → uni
  36. -ist-is. Contoh: ego ist → ego is.
  37. -ite-it
  38. -ity-itas
  39. -logue-log. Contoh: dia logue → dia log.
  40. -logy, -logie-logi. Contoh: ana logy, ana logie → ana logi.
  41. -loog (Belanda) → -log. Contoh: epi loog → epi log.
  42. -oid, -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: homin oid, homin oide → homin oid.
  43. -oir(e)-oar. Contoh: trott oir → trot oar.
  44. -ous ditanggalkan
  45. -sie, tie-si
  46. -tie, -tion-si [2].
  47. -siyun-si (arab) Contoh: kursiyun → kur si
  48. -t, -te-si (jika itu adalah singkatan dari -tion)

Contoh: detec t → detek si, configura te → konfigura si

  1. -ter, -tre-ter
  2. tun, → h, t (arab)
  3. -ty, -teit-tas [3]. Contoh: universi ty, universi teit → universi tas.
  4. -ure, -uur-ur. Contoh: premat ure, premat uur → premat ur.

Penyesuaian awalan

Tanpa perubahan

  1. a-, ab-, abs- ("dari", "menyimpang dari", "menjauhkan dari")
  2. a-, an- ("tidak", "bukan", "tanpa") [4]
  3. am-, amb- ("sekeliling", "keduanya")
  4. ana-, an- ("ke atas", "ke belakang", "terbalik")
  5. ante- ("sebelum", "depan") [5]
  6. anti-, ant- ("bertentangan dengan")
  7. apo- ("lepas", "terpisah", "berhubungan dengan")
  8. aut-, auto- ("sendiri", "bertindak sendiri") [6]
  9. bi- ("pada kedua sisi", "dua") [7]
  10. de- ("memindahkan", "mengurangi")
  11. di- ("dua kali", "mengandung dua…")
  12. dia- ("melalui", "melintas")
  13. dis- ("ketiadaan", "tidak")
  14. em-, en- ("dalam", "di dalam")
  15. endo- ("di dalam")
  16. epi- ("di atas", "sesudah")
  17. hemi- ("separuh", "setengah")
  18. hemo- ("darah")
  19. hepta- ("tujuh", "mengandung tujuh") [8]
  20. hetero- ("lain", "berada")
  21. im-, in- ("tidak", "di dalam", "ke dalam")
  22. infra- ("bawah", "di bawah", "di dalam")
  23. inter- ("antara", "saling") [9]
  24. intro- ("dalam", "ke dalam")
  25. iso- ("sama")
  26. meta- ("sesudah", "berubah", "perubahan")
  27. mono- ("tunggal", "mengandung satu") [10]
  28. pan-, pant-, panto ("semua", "keseluruhan")
  29. para- ("di samping", "erat berhubungan dengan", "hampir")
  30. penta- ("lima", "mengandung lima") [11]
  31. peri- ("sekeliling", "dekat", "melingkupi")
  32. pre- ("sebelum", "sebelumnya", "di muka") [12]
  33. pro- ("sebelum", "di depan")
  34. proto- ("pertama", "mula-mula")
  35. pseudo-, pseud- ("palsu")
  36. re- ("lagi", "kembali") [13]
  37. retro- ("ke belakang", "terletak di belakang")
  38. semi- ("separuhnya", "sedikit banyak")
  39. sub- [14] ("bawah", "di bawah", "agak", "hampir")
  40. super-, sur- ("lebih dari", "berada di atas")
  41. supra- ("unggul", "melebihi")
  42. tele- ("jauh", "melewati", "jarak")
  43. trans- ("ke/di seberang", "lewat", "mengalihkan")
  44. tri- ("tiga")
  45. ultra- ("melebihi", "super")
  46. uni- ("satu", "tunggal")

Dengan perubahan

  1. ad-, ac-ad-, ak- ("ke", "berdekatan dengan", "melekat pada")
  2. cata-kata- ("bawah", "sesuai dengan")
  3. co-, com-, con-ko-, kom-, kon- ("dengan", "bersama-sama", "berhubungan dengan")
  4. contra-kontra- ("menentang", "berlawanan")
  5. ec-, eco-ek-, eko- ("lingkungan hidup")
  6. ex-eks- ("sebelah luar", "mengeluarkan")
  7. exo-, ex-ekso-, eks- ("di luar")
  8. extra-ekstra- ("di luar")
  9. hexa-heksa- ("enam", "mengandung enam")
  10. hyper-hiper- ("di atas", "lewat", "super")
  11. hypo-hipo- ("bawah", "di bawah")
  12. poly-poli- ("banyak", "berkelebihan")
  13. quasi-kuasi- ("seolah-olah", "kira-kira")
  14. syn-sin- ("dengan", "bersama-sama", "pada waktu")
  15. a-tak-. Contoh: asymetrictak simetri
  16. ante-purba-. Contoh: antedatepurba tanggal
  17. anti-prati-. Contoh: antibioticsprati rasa
  18. auto-swa-. Contoh: autobiographyswa riwayat
  19. de-awa-. Contoh: debugawa kutu
  20. bi-dwi-, bi-. Contoh: bilingualdwi bahasa
  21. inter-antar-, inter-. Contoh: internationalantar bangsa
  22. mal-mal-, mala-. Contoh: malnutritionmala gizi, mal nutrisi
  23. post-pasca-. Contoh: postgraduatepasca sarjana → purna-. Contoh: purna wirawan
  24. pre-pra-. Contoh: prehistorypra sejarah
  25. re--ulang. Contoh: recalculate → hitung ulang
  26. -blelaik-. Contoh: ediblelaik -santap
  27. -likelir-, bak-. Contoh: jelly-likelir agar
  28. -lessnir-, awa-, mala-, tan-. Contoh: wirelessnir kawat; colourlessawa warna, tan warna
  29. -or, -erpe-. Contoh: direct orpe ngarah
  30. ty, teit-ke-an. Contoh: activi tyke giat an

Tetap akhiran

Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain.

  1. Disambung jika menggunakan kata dasar. Contoh: dwi warna, pasca sarjana.
  2. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. Contoh: pra pemilu.
  3. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. Contoh: non -Indonesia, anti -Israel.

Catatan Kaki


  1. Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś ↩︎

  2. Tidak semua akhiran -sion dan tion bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -si walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian, dalam hal ini berlaku kata-kata seperti lo sion (bukan lo si), suges ti (bukan suges si) dan pen siun (bukan pen si) ↩︎

  3. Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian, dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuri ti dan proper ti (bukan proper tas), tetapi Kamus Besar Bahasa Indonesia juga memuat lema baik untuk 'sekuritas' maupun 'sekuriti'. Kata-kata lainnya misalnya kuanti tas memang menggunakan penerjemahan -tas, dan disesuaikan menjadi -tas. Ini disebabkan karena akhiran -ty bahasa Inggris tidak selalu berupa akhiran -teit dalam bahasa Belanda, karena akhiran -tas sendiri lebih digunakan untuk menerjemahkan -teit bahasa Belanda alih-alih -ty bahasa Inggris, seperti contoh kata "partai" (bahasa Inggris: party) yang tidak diterjemahkan menjadi partas karena kata tersebut dalam bahasa Belanda adalah partji bukan par teit. ↩︎

  4. sering diterjemahkan dengan awalan tak-, Contoh: takpadan (asimetri) ↩︎

  5. sering diterjemahkan dengan awalan purba-, Contoh: purbatanggal (antedate) ↩︎

  6. sering diterjemahkan dengan awalan swa-, Contoh: swadidik (autodidak) ↩︎

  7. sering diterjemahkan dengan awalan dwi-, Contoh: dwibahasa (bilingual) ↩︎

  8. sering diterjemahkan dengan awalan sapta-, Contoh: saptamarga ↩︎

  9. sering diterjemahkan dengan awalan antar-, Contoh: antarnegara (internasional), antarbagian (interseksi) ↩︎

  10. sering diterjemahkan dengan awalan eka-, Contoh: ekatuhan (monoteis) ↩︎

  11. sering diterjemahkan dengan awalan panca-, Contoh: pancasila ↩︎

  12. sering diterjemahkan dengan awalan pra-, Contoh: pratayang, prasangka, praduga ↩︎

  13. sering diterjemahkan dengan awalan ulang-, Contoh: ulangsusun, ulangbuat ↩︎

  14. sering diterjemahkan dengan awalan anak-, Contoh: anakjenis, anakbenua ↩︎